Pernahkah anda panic menghadapi tangisan bayi yang tak
kunjung berhenti? Tidakan apapun telah anda lakukan untuk membuatnya berhenti
menangis, namun semua yang anda lakukan tidak ada yang berhasil menenangkannya.
Bila demikian mungkin si kecil terkena kolik. Kolik terjadi
pada bayi yang sehat yang tiba-tiba menangis tanpa henti tanpa sebab yang
jelas. Kaki biasanya iangkat, perutnya keras atau kembung. Tidak aa sebab yang
pasti dari kolik. Konon ini merupakan proses adaptasi bayi terhadap lingkungan barunya.
Yang terpenting, ibu harus tetap mewaspadai penyebab lain
mengapa bayi menangis terus. Apakah dia tampak sangat kesakitan, telinganya
sakit, demam, buang air besarnya cair atau berdarah. Ada bagian tubuh yang
nyeri bila disentuh atau tak juga reda hingga tiga jam? Jika ya, mungkin bukan
kolik penyebabnya.
Kolik tidak berbahaya dan sering terjadi mulai umur bayi dua
atau tiga minggu dan akan hilang dengan sendirinya setelah bayi berumum tiga
bulan. Orang tua biasanya akan panic melihat
si kecil tak berhenti menangis terus menereus selama 2-3jam. Apalagi kolik
sering terjadi pada malam hari ketika semua orang tidur dan ibu sudah
kelelahan.
Kunci mengatasi kolik adalah menenangkan diri ibu sendiri
dan keluarga bahwa tangisan ini akan segera berlalu dan tidak berbahaya. Si kecil
bisa disellimuti, dipeluk, diusap-usap perutnya, diayun-ayun, dibawa
jalan-jalan, dinaynyikan lagu atau diperdengarkan suara-suara ritmis. Bila ibu
kelelahan, letakkan kembali si kecil di perbaringan, hibur dia dan
beristirahatlah.
No comments:
Post a Comment